Rabu, 12 Oktober 2011

Layanan Bus Jamaah di Mekkah

Mekkah (Radar Bangsa Online) - Untuk mengetahui seberapa jauh pelayanan bus "shalawat" bagi jemaah haji Indonesia dari pondokan ke Masjidil Haram, Kadaker Mekkah Arsyad Hidayat mengajak tim MCH (tim media dari Kementerian Agama Republik Indonesia) untuk naik bus tersebut dari terminal Mahbaz Jin ke Terminal Bab Ali di Masjidil Haram bersama jemaah haji lainnya.

Di terimal Mahbaz Jin, sebuah bus Saptco yang telah penuh ditumpangi jemaah haji kloter 4 Solo akan bergerak menuju Masjidil Haram. Bus tersebut mengangkut jemaah yang akan melaksanakan umrah setiba mereka di Mekkah. Tim MCH bersama Kadaker Mekkah menaiki bus tersebut, sambil bertanya kepada sejumlah jemaah tentang layanan bus yang mereka terima.

Tak lebih dari 7 menit, Bus pun sampai di terminal Bab Ali (Maulid Nabi), satu per satu penumpang turun dari bus, di terminal tersebut terdapat petugas berseragam baju biru muda dan celana warna gelap, berompi menyolok bertuliskan "petugas transportasi" mengarahkan jemaah haji menuju pintu Masjidil Haram. Bahkan di pintu terminal Bab Ali dari arah Masjidil Haram, dipasang bendera merah-putih sebagai tanda pintu masuk bagi jemaah haji Indonesia.

Untuk mengetahui layanan bus usai shalat Isya di Masjidil Haram, saat padat-padatnya jemaah haji pulang ke pondokan, tim MCH usai melaksanakan shalat Isya di Masjidil Haram, menyegerakan diri untuk menuju terminal Bab Ali, namun di pelataran Masjidil Haram, dijumpai sejumlah jemaah Kloter 2 Jakarta asal Jakarta Barat, yang baru datang untuk melaksanakan umrah secara berkelompok. Kadaker Mekkah Arsyad Hidayat menyapa para jemaah, dan terjadilah dialog seputar layanan yang telah mereka terima selama berada di Arab Saudi.

Arsyad Hidayat pada kesempatan tersebut kembali berpesan, agar jemaah memperhatikan betul pintu-pintu masuk di Masjidil Haram serta tanda-tanda lain untuk mengingat jalan pulang ke terminal Bab Ali dari arah Masjidil Haram. "Tetap gunakan gelang sebagai tanda pengenal jemaah selama menunaikan ibadah haji," pesan Arsyad kepada jemaah.

Banyaknya jemaah usai shalat Isya, membuat layanan bus "shalawat" ini dipenuhi jemaah. Setiap bus Saptco bertuliskan "Indonesia" masuk diserbu oleh jemaah yang hendak plang ke pondokan. Para petugas transportasi dengan sigap mengatur para jemaah untuk tidak berebut menaiki bus, dan bersabar kalau tidak terangkut.

Tiga bus "shalawat" yang tersedia pun dipadati jemaah. Para petugas mengarahkan jemaah haji untuk bersabar karena bus tak lama bakal datang. Dalam siklus 10 menit, bus "shalawat" atau shuttle bus itu pun datang kembali menjemput para jemaah unuk dibawa ke terminal Mahbaz Jin dan kembali ke pondokan. Layanan bus "shalawat" saat ini berjalan lancar, memberi kemudahan buat jemaah haji yang hendak menuju Masjidil Haram pergi dan pulang. [Radar Bangsa Online/TIM]

0 komentar:

Poskan Komentar